24.1 C
Jakarta
Minggu, November 28, 2021

Upaya Membendung Radikalisme, Kiai Pesantren Tidak Diragukan Perannya

Jakarta — Pengurus Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme menyampaikan peran penting sebuah kiai dan pesantren dalam menjaga keutuhan Negara Indonesia dan membendung radikalisme, ekstremisme dan terorisme.

Menurut KH Akhmad Khambali, kiai dan pesantren selalu melekat dengan bumi pertiwi. Keduanya memiliki peran andil dalam menjaga wawasan kebangsaan dan kenegaraan yang moderat. “Tradisi dakwah dan ceramah ala kiai, bahkan seperti kampung itu memiliki narasi yang bisa menangkal ekstrimisme dan radikalisme,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa sejarah dakwah dan ceramah para kiai di segala pelosok negeri ini selalu mengedepankan cita rasa dan unsur lokalitas. Model berdakwah seperti ini akan melahirkan kesatupaduan antara agama dan negara, dan tentunya tidak menabrakan keduanya.

“Pengakuan terhadap para kiai dalam hal dakwah lokal membuat masyarakat jauh lebih mudah diterima karena isi ceramahnya yang lembut dalam memahami agamanya, tidak keras tidak kaku, tidak hitam-putih. Model ini bisa dipakai sebagai narasi kontra-terorisme,” tegasnya.

Anggota Badan Penanggulangan Ekstrimisme Terorisme MUI Pusat ini menilai paham keagamaan yang ekstrim dan radikal selama ini datang dari luar Indonesia sehingga tidak mengakar pada budaya lokal.

“Pemikiran yang radikal itu umumnya tidak berdasarkan nilai-nilai lokal. Rata-rata (ajaran) yang ekstrimis tidak asli dari Indonesia sehingga menyebabkan model-model pemahaman keagamaan yang tidak lembut, tidak ramah,” ucapnya yang juga sebagai Ketua Umum Gerakan Mitra Santri Nusantara (Gema Santri Nusa)

Setidaknya ada beberapa unsur yang menjadi ciri utama para kiai kampung dalam kontra narası dan ideologi. Mereka memegang erat tiga aspek saat berceramah sepetti tawassuth (sikap tengah-tengah), tawazun (seimbang dalam segala hal), dan i`tidal (tegak lurus).

Baca Juga :   Najih Arromadloni: Mencegah Intoleransi Sama Dengan Mencegah Radikalisme-Terorisme

“Kalau meerkat yang ekstremis itu cuman satu potong, satu potong pemahaman agamanya sehingga itulah yang menyebabkan akhirnya bertindak seperti itu (berpaham keras dan radikal]),” tutupnya. [MR]

Baca Juga :   Muh Syauqillah: BPET MUI Mengapresiasi Densus 88 dalam Mengungkap Donasi Berkedok Agama

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,043FansSuka
3,027PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles