24.1 C
Jakarta
Minggu, November 28, 2021

Radikalisme di Tengah Pandemi, Makmun Rasyid: Kita Tetap Harus Waspada

BPET MUI — Negara kita sedang diuji beragam persoalan, utamanya pandemi. Disamping itu upaya-upaya pemecah belah di antara kita harus diwaspadai. Gerakan radikal, teror muncul dengan memanfaatkan era pandemi ini nyata adanya.

“Saat ini, semua energi pemerintah dan masyarakat fokus untuk penanganan dan pencegahan Covid-19, meski demikian masyarakat tidak boleh lengah dan selalu waspada terkait adanya aksi radikalisme dan terorisme di tengah wabah pandemi ini, ujar Makmun Rasyid, Anggota BPET MUI.

Makmun yang juga Co-Founder Lembaga CICSR menyatakan, dari hasil riset yang dilakukan oleh BNPT menjelang akhir tahun 2020 menampilkan grafik peningkatan ketertarikan generasi muda mendukung pemahaman radikalisme.

“Kita lihat data di lapangan seperti yang dirilis BNPT. Betapa rentannya generasi muda terbuai dan terkena perangkap dari kelompok radikal-teroris. Tentunya pandemi ini, baik generasi muda maupun masyarakat masuk ke hutan belantara, yakni internet,” tegasnya.

Intensites masyarakat dalam menggunakan gadget di musim pandemi ini luar biasa. Dan kelompok radikal-teroris mengerti hal tersebut. Mereka membuat konten ratusan bahkan ribuan di tengah pandemi.

“Jadi, kondis ini mengharuskan masyarakat semakin bijaksana dan jangan terjebak pada isu yang memantik sikap intoleransi, radikalisme dan terorisme. Penggunaan akal dan filter dalam membaca di internet harus ditingkatkan. Umumnya diawali oleh sikap anti pemerintah dan sejenisnya,” tambahnya.

Perkembangan teknologi menuntut kelompok radikal-teroris pun semakin canggih dalam menebar jala. Meraka pun menyasar ke segala sektor dan generasi.

“Era modern Mantan disangka para pelaku radikal-teroris tidak mengikuti perkembangan. Justru terkadang mereka lebih canggih dari kita. Fakta yang ada juga, mereka bertransformasi dan beradaptasi. Sebab itu, kewaspadaan harus ditingkatkan dalam masa pandemi ini. Dan narasi moderasi beragama dan bernegara harus terus dilakukan,” tutupnya. [MR]

Baca Juga :   Potensi Radikalisme di Kampus, Brigjen Hamli: Mencegah Lebih Baik Dari Mengobati

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,043FansSuka
3,027PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles