24.1 C
Jakarta
Sabtu, November 27, 2021

Mengapa Radikal Terorisme Menyasar Generasi Milenial?

BPET MUI — Jaringan radikal terorisme Internasional menanamkan propaganda radikal kepada anak anak muda, usia milenial, kidz jaman now karena pemuda memiliki banyak potensi, pertama milenial mempunyai kesempatan yang panjang untuk meneruskan perjuangan mewujudkan cita cita politik membentuk khilafah, membangun negara Islam, menegakkan ideologi radikal ke seluruh negara termasuk Indonesia, kelompok radikal anarkisme teroris, berkeinginan merubah negara bangsa menjadi negara agama, sementara bagi bangsa Indonesia telah mempunyai ideologi Pancasila yang dibentuk oleh para pendiri bangsa dari kalangan nasionalis religius dan religius nasionalis. Negara agama telah terkubur di Indonesia karena negara bangsa menjadi pilihan terbaik di tengah pluralitas bangsa Indonesia.

Kedua, kidz jaman now dan semua kalangan generasi muda mempunyai semangat perjuangan yang tinggi. Propaganda radikal terorisme membutuhkan semangat perjuangan yang selalu berkobar, menyala dan membakar, untuk meneruskan dan melanjutkan penyebaran narasi narasi provokatif, narasi radikal destruktif, propaganda negatif. Dibanding dengan usia yang tidak muda lagi tentu semangatnya berbeda. Generasi muda memilik militansi yang tinggi sebuah potensi yang sangat dibutuhkan dalam semua lini perjuangan, meskipun tidak memiliki pengetahuan yang memadai serta pengalaman yang luas.

Ketiga generasi milenial mudah menerima masukan, pandangan dan doktrin, mereka belum memiliki pandangan pembanding yang mewarnai wawasannya, belum ada narasi alternatif yang dapat menangkal gagasan yang ditemukan. Apalagi masukan yang disebarkan kelompok radikal teroris membawa aroma kebahagiaan hidup di akhirat, menggunakan ornamen istilah yang dirujukkan kepada kitab suci dan sabda nabi, tanpa melacak riwayat dan rangkaian sanad yang meriwayatkan, tanpa membaca latar belakang sejarah setting sosisal masyarakat saat riwayat tersebut diturunkan atau diucapkan. Generasi muda tidak memiliki katalisator menyaring semua masukan yang disebarkan oleh kelompok radikal terorisme global.

Keempat anak muda berani bertindak, beraksi tanpa campur tangan pemikiran yang menjadi pertimbangan sikap dan tingkahnya, miskin. pengalaman, pendek sumbunya, namun dengan militansi yang membara, mereka memiliki rasa berani yang menggebu gebu, darah muda darah yang tak mau mengalah, bahkan kadang orang tua pun dilawan dan dikafirkan, radikalisme yang menawarkan aksi heroik dengan balutan bahasa keagamaan, tafsiran intoleransi menjadi sangat mudah menyala dan membakar nilai nilai luhur yang diwariskan para pejuang bangsa Indonesia. Perjuangan melawan thogut menurut mazhab radikal terorisme, membutuhkan keberanian bertindak, setelah dicuci otak dan pikirannya.

Kelima usia muda lebih cepat menyesuaikan, adaptif terhadap perkembangan zaman, penguasaan teknologi informasi dalam arus globalisasi membutuhkan gerak cepat dan penguasaan alat alat komunikasi media sosial guna mempercepat proses pencapaian cita cita gerakan politik yang terus digemakan melalui media sosial. Bahkan melalui media sosial generasi muda dengan mudah menperoleh segalanya, kaum milenial belajar banyak dari dunia maya, melakukan pembaiatan atau sumpah setia kepada organisasi radikal terorisme, melalui facebook mereka mengikat janji setia sehidup semati dalam ikatan perkawinan, melalui sosial media kaula muda melakukan self recrutment, self radicalize, merekrut dirinya sendiri dan meradikalkan dirinya sendiri.

Para generasi muda, orang tua, guru dan masyarakat mempunyai tugas mulia dan pekerjaan rumah yang tidak ringan untuk memenangkan pertarungan melawan jaringan radikal terorisme, guna merai simpati, hati dan pikiran generasi milenial, supaya tidak menjadi korban cuci otak jaringan radikal terorisme global yang penuh gombal. []

*Dr. Irfan Idris, M.A, Anggota BPET MUI Pusat

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,043FansSuka
3,027PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles